my job of organisation
TUGAS ORGANISASI
MENGANALISIS ORGANISASI PT SARI HUSADA
![]() |
DISUSUN OLEH:
OKTAVIANI (10417141010)
ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2011
A. Dasar Teori
1. Definisi Lingkungan
Lingkungan adalah seluruh elemen yang terdapat di luar batas-batas organisasi, yang mempunyai potensi untuk mempengaruhi sebagian atau suatu organisasi secara keseluruhan.
2. Segmen-segmen Lingkungan
Segmen-segmen lingkungan yaitu bagian-bagian dari lingkungan yang berpengaruh terhadap perilaku maupun performansi organisasi. Segmen-segmen lingkungan sebagai berikut :
Ø Industri
Segmen ini mencakup seluruh organisasi lain yang bergerak pada bidang yang sama yang merupakan pesaing bagi organisasi.
Ø Bahan Baku
Segmen ini diperlukan organisasi dan harus didapat dari lingkungannya, perubahan segmen bahan baku akan berpengaruh terhadap industry.
Ø Tenaga Kerja
Organisasi perlu mandapatkan tenaga kerja yang ahli dengan kualifikasi dan jumlah yang cukup. Jika lingkungan tidak dapat memenuhi tenaga kerja maka organisasi akan mengalami kesulitan dalam menghasilkan output.
Ø Keuangan
Segmen ini menggambarkan tingkat kemudahan untuk memperoleh sumber keuangan bagi organisasi.
Ø Pasar
Segmen ini menggambarkan besarnya permintaan terhadap produk ataupun jasa yang dihasilkan oleh organisasi. Besarnya permintaan akan mempengaruhi output organisasi.
Ø Teknologi
Merupakan pengetahuan serta teknik-teknik yang digunakan untuk membuat produk atau jasa yang dihasilkan organisasi.
Ø Kondisi Ekonomi
Segmen ini menggambarkan bagaimana keadaan ekonomi daerah maupun negara dimana organisasi tersebut berada
Ø Pemerintah
Sekmen ini mencakup peraturan-peraturan dan sistem pemerintahan serta politik yang melingkupi organisasi dalam menjalankan usahanya.
Ø Kebudayaan
Segmen ini mencakup karakteristik demografis dan sistem nilai yang berlaku pada masyarakat dimana organisasi itu berada.
3. Strategi Untuk Mengendalikan Lingkungan
Untuk mengendalikan lingkungan terdapat dua cara yang dapat dilakukan oleh organisasi yaitu :
· Mengusahakan terciptanya hubungan baik dengan elemen-elemen terpenting dari lingkungannya.
Berbagai bentuk kegiatan yang dapat dilakukan :
Ø Integrasi melalui merger (penggabungan)
Yaitu berusaha mengintegrasikan organisasi lain yang merupakan sumber ketidakpastian, menggabungkannya menjadi bagian dari organisai kita sendiri.
Ø Kontrak atau Joint Ventures
Mengurangi ketidak pastian lingkungan melalui ikatan yang bersifat formal dengan organisasi lainnya.
Ø Kooptasi (cooptasi) dan Interlocking Directorates
Usaha untuk mengadopsi seseorang yang dianggap penting dari lingkungannya untuk masuk menjadi anggota organisasi kita.
Ø Pengangkatan Eksekutif
Seseorang yang memiliki kedudukan penting ataupun berpengaruh dalam lingkungan diadopsi oleh organisasi.
Ø Iklan dan Hubungan Masyarakat
Untuk mempengaruhi selera dan pandangan masyarakat dan mengusahakan organisasi agar memiliki image dimata konsumen, leveransir maupun pihak pemerintah.
· Berusaha mengendalikan ataupun membentuk lingkungan agar tidak berbahaya dan bisa menguntungkan bagi organisasi.
Ø Mengubah Bidang Kegiatan
Organisasi bisa memilih segmen lingkungan yang persaingannya tidak terlalu berat. Organisasi dapat mengubah bidang kegiatan untuk mendapatkan suasana lingkungan yang lebih baik.
Ø Kegiatan Politik
Melalui kegiatan politik, organisasi dapat mempengaruhi bentuk-bentuk peraturan-peraturan pemerintah sehingga tidak berbahaya bagi pemerintah.
Ø Asosiasi Pengusaha Sejenis
Membentuk perasatuan dari beberapa organisasi yang bertujuan sama dan memungkinkan terkumpulnya sumber daya yang cukup besar untuk mempengaruhi lingkungan.
B. Profil PT Sari Husada
Sejarah berdirinya PT Sari Husada
PT Sari Husada, adalah perusahaan yang memproduksi produk bernutrisi untuk bayi dan anak-anak Indonesia, mulai dari aneka susu formula untuk bayi hingga makanan bernutrisi dengan standar mutu internasional. PT Sari Husada mulai berdiri dan beroperasi pada tahun 1954, yang merupakan bantuan dan kerjasama antara UNICEF, FAO, dan pemerintah Indonesia, untuk manajemennya ditangani oleh Bapindo dan diberi nama NV Saridele dengan tujuan utamanya adalah memproduksi makanan untuk bayi dengan bahan baku kedelai, dalam perkembangannya.
Pada tahun 1962 ketika pemerintah Indonesia keluar dari PBB, maka UNICEF dan FAO juga melepaskan Saridele sedangkan manajemen dipegang oleh Perusahaan Farmasi Negara, kemudian perusahaan berganti nama menjadi PN Sari Husada. Pada tahun 1966, perusahaan menghentikan produk saridele dan menggantinya dengan produk susu bubuk bayi SGM dan SNM untuk bayi berusia 6 bulan dan seterusnya. yang hingga kini dikenal dan banyak digunakan masyarakat luas. Berawal dari susu formula, kini produk- produk perusahaan ini berkembang dan terentang dari susu formula hingga produk makanan bergizi untuk bayi dan anak-anak.
Pada tahun 1968, perusahaan ini diakuisisi PT. Kimia Farma, sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pada tahun 1972 Untuk meningkatkan permodalan, PT Kimia Farma mengadakan joint venture dengan PT Tigaraksa dengan komposisi modal Kimia Farma sebesar 55% dan Tigaraksa sebesar 45%, dan seiring dengan dibelinya sebagian sahamnya oleh PT Tiga Raksa, nama NV Saridele diubah menjadi PT Sari Husada.
Pada tahun 1983, PT Sari Husada go public dan komposisi modalnya Tigaraksa menjadi 39,5%, Kimia Farma 33%, dan masyarakat 27%. perusahaan ini pun masuk bursa dan saham-sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta. Pada tahun 1992 Tigaraksa memiliki 13,4% dan mengontrol 61,4% yang dimiliki PT Tigaraksa Satria sebagian besar saham Sari Husada dimiliki PT Tiga Raksa. Untuk memperkuat kedudukannya dalam peta persaingan global, pada tahun 1998 Sari Husada beraliansi dengan Nutricia International, BV (Royal Numico) yang berpusat di Amsterdam,Belanda dan kini Nutricia merupakan pemegang saham mayoritas Sari Husada. Pada tahun 2006, agar Lebih fokus dalam pengembangan usahanya, perusahaan mengajukan perubahan status dari perusahaan publik menjadi perusahaan privat.
Kemudian di tahun 2007, Danone Group mengakuisisi Royal Numico. Hingga dewasa ini, dengan pengalaman panjangnya di dalam menyediakan produk-produk bergizi tinggi, berstandar mutu internasional dan dengan harga terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, Sari Husada telah membuktikan dirinya sebagai asset nasional yang sangat penting dan perlu diperhitungkan. tujuan utama PT Sari Husada adalah memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga Indonesia dengan menyediakan produk-produk berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Belanda dan kini Nutricia merupakan pemegang saham mayoritas Sari Husada. Pada tahun 2006, agar Lebih fokus dalam pengembangan usahanya, perusahaan mengajukan perubahan status dari perusahaan publik menjadi perusahaan privat.
Visi dan Misi
Visi : Menjadi pemimpin pasar produk nutrisi bergizi untuk bayi dan anak di Indonesia.
Misi :
1. Memperbaiki nutrisi masa pertumbuhan anak-anak Indonesia.
2. Mengurangi impor makanan yang telah diproses khususnya produk susu bubuk.
3. Turut serta membangun kesehatan dan kecerdasan bayi dan ana-anak Indonesia dengan menyediakan produk nutrisi terpercaya dan terjangkau.
4. Menghasilkan pertumbuhan perseroan yang berkesinambungan
melalui sistem manajemen berkualitas tinggi dan pendekatan inovatif dalam budaya integritas tinggi.
melalui sistem manajemen berkualitas tinggi dan pendekatan inovatif dalam budaya integritas tinggi.
5. Mengutamakan kepuasaan seluruh stakeholders.
Struktur Organisasional
PT Sari Husada memiliki struktur organisasi yang sudah tertata profesional. Sari Husada mempunyai struktur organisasi yang vertikal dengan 5 level manajemen antara direksi sampai pekerja terendah, 45% dari total karyawan merupakan bidang produksi. Perusahaan mempunyai 2 tingkat manajer tengah dan 2 tingkat manajer pertama. 21 kepala biro dan 64 kepala seksi merupakan manajemen tingkat satu, individual ini dipilih berdasarkan kemampuan untuk memimpin beberapa orang manajer tingkat pertama selalu mengikuti pendidikan yang lebih tinggi dibidangnya dan dibidang manajerial. Manajemen menengah terdiri dari manajer-manajer divisi dan pengawas departemen. Beberapa pengawas melaporkan ke manajer-manajer divisi. Ada tiga puluh satu kepala biro dan enam puluh empat kepala bagian berada pada lini manajemen pertama perusahaan. Beberapa kepala bagian melaporkan ke kepala biro, sedangkan lainnya melapor ke pengawas departemen dan beberapa lagi langsung melapor ke kepala divisi.
Tata Kelola Perusahaan
Komitmen Sari Husada pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) diwujudkan dalam penerapan nilai-nilai budaya Perseroan pada setiap tingkat operasional. Kebijakan-kebijakan yang mendukung pengelolaan Perseroan secara lebih profesional dan bertanggung-jawab dikembangkan Sari Husada dengan memastikan kepatuhan sepenuhnya terhadap ketentuan hukum dan etika kerja yang berlaku dengan lebih baik.
Tiga Kode Etik Sari Husada
1. Kode Etik Perilaku Sari Husada, yang berisi komitmen kuat Sari Husada akan kepercayaan, transparansi, kerjasama, tata kelola penyelenggaraan usaha, ketaatan dengan peraturan perundang-undangan, keterlibatan para stakeholder, keamanan makanan dan kepentingan konsumen, informasi produk dan pemasaran, bioteknologi, perlingkungan lingkungan, ketenagakerjaan, hak asasi manusia, kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, integritas usaha, kebijaksanaan pelaksanaan usaha, keterlibatan politik, persaingan secara jujur, dan rantai pasokan. Sari Husada juga mempromosikan secara aktif Kode Etik Perilaku dengan seluruh mitra usaha, para kontraktor, para pemasok, dan para klien.
2. Kebijakan Kewaspadaan Karyawan, untuk membantu para karyawan menjaga dan melestarikan etika kerja dengan melaporkan kepada manajemen mengenai setiap pelanggaran atau kecurigaan pelanggaran atas hukum atau kebijakan dan peraturan perusahaan, yang khususnya berhubungan dengan pelanggaran pidana; pelanggaran kode etik; bahaya terhadap kesehatan umum, keselamatan kerja dan lingkungan; pemberian keterangan palsu; menahan, memusnahkan atau memanipulasi secara sengaja informasi terkait dengan pelanggaran; pembukuan, pengendalian pembukuan internal atau tata cara audit yang layak dipertanyakan.
3. Kebijakan Penyelenggaraan Usaha, yang menjelaskan prinsip-prinsip dalam menjalankan usaha, terkait dengan benturan kepentingan, suap dan pembayaran yang tidak lazim, serta undang-undang mengenai fiskal, perdagangan dan anti- pencucian uang.
Produk – Produk PT Sari Husada
Beberapa produk yang diproduksi PT Sari Husada yaitu SGM, SGM-2, SNM, SNM Soy, LLM, VITALAC, VITALAC-2, Lactamil, VITA-NOVA, SGM- Junior, Sari Husada Full Cream Milk Powder, UHT, Lactamil Awal, Kehamilan, Lactamil Ibu Hamil, Lactamil Ibu Menyusui, Formula Awal, Formula Lanjutan, Formula Specialitis dst.
Sertifikasi Mutu dan Penghargaan
Sari Husada menerapkan standar kualitas yang tinggi dalam kegiatan produksinya. Untuk menghasilkan produk berkualitas, berbagai penyempurnaan fasilitas dan proses produksi dilakukan dengan teknologi mutakhir, diantaranya dengan menerapkan sistem injeksi pada proses pencampuran bahan bakunya. Dua pabriknya di Yogyakarta kini telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001 dan 14001. Sari Husada juga telah meminta CLF (Central Laboratories Friedrichsdorf) untuk melakukan audit keamanan pangan. Audit ini menunjukkan bahwa tingkat keamanan produk Sari Husada dua poin lebih tinggi dari rata-rata tingkat keamanan yang dituntut dalam industri ini. Berkat reputasi ini, Sari Husada meraih kepercayaan Pemerintah, dalam hal ini Direktorat Kesehatan Masyarakat, Departemen Kesehatan, untuk mengevaluasi standar Codex Alimentarius yaitu suatu standar mutu dan keamanan makanan yang dikembangkan dengan dukungan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Pesaing PT Sari Husada
Terdapat 5 produsen besar susu bayi yang dipasarkan di Indonesia, yaitu:
1. PT Food Specialities Indonesia (Nestle formula brands)
2. PT Mirota KSM Inc. (Lactona, an Indonesian brand)
3. PT Nutricia Sejahtera Indonesia (Nutrilon, a Dutch brand)
4. PT Sari Husada
5. PT Sugizindo (Wyeth, an American brand)
1. PT Food Specialities Indonesia (Nestle formula brands)
2. PT Mirota KSM Inc. (Lactona, an Indonesian brand)
3. PT Nutricia Sejahtera Indonesia (Nutrilon, a Dutch brand)
4. PT Sari Husada
5. PT Sugizindo (Wyeth, an American brand)
C. Analisis Masalah
Analisis SWOT
1. Strengths (Kekuatan)
a. Kondisi keuangan yang kuat.
b. Brand yang telah dikenal masyarakat luas dan melekat pada masyarakat.
c. Perusahaan mempunyai perencanaan strategi yang jelas dan matang berdasarkan visi dan misinya.
d. Dari awal pendiriannya PT. Sari Husada mendapat perhatian khusus dari pemerinah.
2. Weaknesses (Kelemahan)
Kegiatan promosi yang tidak begitu intensif , terutama untuk produk susu bayi sejak pemerintah mencanangkan program ASI ekslusif.
3. Opportunities (Peluang )
a. Pertumbuhan pasar yang meningkat.
b. Peluang pasar untuk mendapatkan konsumen.
c. Keterbukaan untuk menggunakan teknologi baru diterapkan oleh PT. Sari Husada, yaitu dengan membeli peralatan dan perlengkapan dengan teknologi baru untuk membuat kemajuan besar dibidang produksi khususnya.
d. Memanfaatkan e- Business untuk mempromosikan produk – produk Sari Husada melalui internet.
4. Threats (Ancaman)
a. Semakin banyak pesaing – pesaing baru yang bermunculan dengan produk – produk impor sejenis dengan harga yang bersaing.
b. Selera konsumen yang selalu berubah – ubah mempunyai pengaruh yang besar terhadap pembelian produk – produk PT. Sari Husada. Hal ini disebabkan karena banyaknya merk susu yang ditawarkan di pasaran, sehingga mempunyai loyalitas konsumen.
D. Analisis Segmen-segmen Lingkungan
Lingkungan organisasi adalah sesuatu ynag tak terhingga dan mencakup seluruh elemen yang terdapat di luar suatu organisasi yang mempunyai potensi untuk mempengaruhi sebagian ataupun suatu organisasi secara keseluruhan.
Terdapat 9 segmen-segmen lingkungan, yaitu industri, bahan baku, tenaga kerja, keuangan, pasar, teknologi, kondisi ekonomi, pemerintah, dan kebudayaan. Setiap segmen perlu dianalisis untuk mengetahui elemen-elemennya dan juga kesempatan serta hambatan yang dapat ditimbulkannya bagi organisasi.
a. Industri
PT Sari Husada dalam menghadapi lingkungan segmen industri atau saingan-saingannya yaitu dengan :
Ø Mempersiapkan kemungkinan adanya pembuatan produk baru yang memungkinkan untuk memasuki pasar baru dengan terus melakukan penelitian dan pengembangan.
Ø Memperbaiki kualitas produk yang sudah ada dengan harga tetap bersaing.
Ø Mencari cara – cara baru agar dalam proses produksi, sehingga perusahaan mengeluarkan biaya produksi seefisien mungkin dan disesuaikan dengan teknologi yang berkembang.
Ø Perbaikan sistem struktur organisasi yang lebih ramping sehingga memudahkan komunikasi antar para manajer.
Ø Mengadakan promosi untuk produk – produk baru dengan mengundang pakar kesehatan, artis yang menggunakan produk baru tersebut.
Ø Mengadakan promosi iangsung kepada konsumennya, misalnya : ke sekolah – sekolah.
Ø Menjadi sponsor kegiatan – kegiatan yang berhubungan dengan produk – produk Sari Husada itu sendiri, seperti : Talkshow Mom & Baby.
b. Bahan Baku
Agar Sari Husada tidak mengeluarkan biaya pembelian sertifikat impor maka Sari Husada harus memproses susu segar lebih banyak lagi untuk memenuhi kebutuhannya sendiri maupun perusahaan lainnya. Sari Husada membeli susu segar dari peternak lokal dibawah KUD sebagai pengembalian pinjaman dengan bunga murah maka peternak harus menjual susu segar kepada KUD dengan harga lokal, tanpa pengembangan yang memadai para peternak tidak akan mempunyai ketrampilan pengalaman, sumberdaya dan insentif untuk melakukan produksi susu segar dengan kulaitas yang tinggi, sedangkan Sari Husada hanya membutuhkan sekitar 3 % susu segar dari peternak lokal.
c. Teknologi
Sari Husada mulai mengoperasikan UHT pada tahun 1983 dengan menggunakan Tetra pack laminator buatan Swedia dengan kapasitas produksi 2 ribu liter pada tahun 1991 walaupun tidak cukup profitable untuk beroperasi, kontrak penggunaan UHT dengan Lipton Tea adalah untuk meningkatkan pemakaian peralatan UHT yaitu Ultra High Temperature proses memproses susu dan fruit juice yang telah dikemas di tetra pack tanpa harus dimasukkan dalam lemari pendingin. Demi melangsungkan kegiatannya organisasi ini melakukan perbaikan peralatan sesuai perkembangan zaman. Organisasi ini juga menyediakan fasilitas akses terhadap informasi yang penting dan ter-update bagi para prinsipalnya melalui EIS (Executive Information System). Penggunaan EIS bagi para prinsipal telah dimulai sejak bulan September 2005.
d. Tenaga Kerja
Sari Husada mempunyai struktur organisasi yang vertikal dengan 5 level manajemen antara Direksi sampai pekerja yang terendah , 45 % dari total karyawan merupakan bidang produksi. Perusahaan mempunyai 2 tingkat manajer tengah dan 2 tingkat manajer pertama, 21 kepala biro dan 64 kepala seksi merupakan manajemen tingkat satu, individual ini dipilih berdasarkan kemampuan untuk memimpin beberapa orang manajer tingkat pertama selalu mengikuti pendidikan yang lebih tinggi dibidangnya dan bidang manajerial. Sehingga dilakukan kualifikasi untuk mendapatlkan tenaga kerja yang handal dan dapat memajukan perusahaan.
e. Kondisi Ekonomi
Untuk menekan inflasi pemerintah Indonesia membuat kebijakan tight money policy sejak tahun 1990. Bunga pinjaman sekitar 30 %, sedangkan bunga deposito sekitar 15 – 20 % membuat kesulitan untuk melakukan investasi sehingga iklim untuk ekspansi menjadi turun hal ini juga menyebabkan Sari Husada kesulitan dalam bidang keuangan khususnya dalam melakukan pembayaran terhadap pinjamannya. Perusahaan pada tahun 1992 mempunyai asset sebesar Rp. 50 Milyar naik dari Rp. 16 Milyar di tahun 1985. Ekspansi dilakukan dengan menggunakan modal dan pinjaman jangka pendek, sedangkan pinjaman jangka panjang merupakan pinjaman dalam bentuk leasing untuk pembelian instalasi New Niro spray dryer.
f. Pasar
Untuk menghadapi permintaan dari pasar atau konsumen, organisasi ini mengadakan pemetaan logistik yang sesuai dengan struktur dan strategi penjualan. Saat ini gudang-gudang pusat (Central Warehouses) juga telah melakukan pengelolaan gudanggudang cabang (Branch Warehouses) dalam rangka mengendalikan distribusi persediaan barang. Kami juga telah memulai penerapan sistem Distribution Resource Planning yang merupakan sistem perencanaan distribusi yang lebih terintegrasi antara demand forecasting sampai dengan penerimaaan barang dari bagian produksi di pihak prinsipal. Organisasi ini juga bekerja sama dengan tim marketing para prinsipal dalam melakukan riset marketing, manajemen informasi dan penjualan, serta melakukancategory management (yang meliputi pengelolaan produk berdasarkan kategorinya dan melakukan penyesuaian ragam produk bagi setiap kategori produk), merchandising, dan promosi sesuai dengan preferensi konsumen di setiap toko/outlet pada area tersebut.
g. Pemerintah
Pemerintah melakukan pembatasan terhadap pemasaran produk susu formula bayi, untuk beradaptasi dengan lingkungan tersebut, PT Sari Husada melakukan pendekatan personal dengan konsumen yang membutuhkan di supermarket yang menyediakan produk susu formula. Selain itu perusahaan bisa mengandalkan berbagai toko atau supermarket untuk menjual produk – produk PT. Sari Husada untuk disalurkan pada konsumen yang biasa mengkonsumsi susu formula.
E. Analisis Ketidakpastian Lingkungan
Pengaruh lingkungan terhadap organisasi dapat dianalisis melalui kompleksitas dan stabilitasnya. Keduanya menentukan besarnya ketidakpastian lingkungan yang harus dihadapi oleh organisasi dan harus bisa mengatasi ketidakpastian lingkungannya. Organisai ini berada dalam lingkungan yang sangat kompleks. Terdapat banyak elemen eksternal yang berpengaruh pada perkembangan organisasi. Dengan lingkungan yang kompleks seperti ini mengakibatkan ketidakpastian lingkungan yang tinggi. Karena terdapat banyak elemen yang harus diperhatikan dan dianalisis agar organisasi berfungsi dengan baik. Elemen-elemen lingkungan juga tidak stabil, mudah mengalami perubahan. Seperti kondisi ekonomi Indonesia yang tidak dapat diprediksi. Kemudian elemen pasar juga bisa saja berubah karena adanya banyak pesaing. Hal-hal ini menyebabkan ketidakpastian lingkungan yang cukup tinggi.
F. Analisis Pengaruh Lingkungan Terhadap Organisasi
Karakteristik lingkungan sangat berpengaruh pada setiap organisasi, karena adanya ketergantungan organisasi terhadap sumber-sumber yang ada di lingkungan. PT Sari Husada mempunyai ketergantungan sumber bahan baku pada lingkungannya yaitu membeli susu segar dari peternak lokal, sehingga organisasi ini untuk menguasai lingkugan dan menguntungkan organisasi dengan membeli susu segar dari peternak lokal dibawah KUD sebagai pengembalian pinjaman dengan bunga murah maka peternak harus menjual susu segar kepada KUD dengan harga lokal.
G. Analisis Elemen-elemen Perbatasan (Boundary Spanning)
Elemen-elemen perbatasan mempunyai dua fungsi yaitu :
a. Mendeteksi dan memproses informasi mengenai perubahan yang terjadi pada lingkungan.
b. Merepresentasikan organisasi terhadap lingkungan.
Elemen-elemen perbatasan melakukan pertukaran informasi antara organisasi dan lingkungannya. Elemen ini mengamati perkembangan teknologi, inovasi, peraturan pemerintah, sumber bahan baku dan lainnya. Seperti dalam organisasi ini setelah adanya pembatasan pemasaran produk susu formula bayi oleh pemerintah, organisasi ini kemudian melakukan pendekatan personal dengan konsumen yang membutuhkan di supermarket yang menyediakan produk susu formula. Selain itu perusahaan bisa mengandalkan berbagai toko atau supermarket untuk menjual produk – produk PT. Sari Husada untuk disalurkan pada konsumen yang biasa mengkonsumsi susu formula.
H. Analisis Strategi Mengendalikan Lingkungan
PT Sari Husada dalam mengendalikan lingkungnnya menggunakan dua cara :
1. Mengusahakan terciptanya hubungan baik dengan elemen-elemen terpenting dari lingkungannya yaitu dengan membuat iklan dan hubungan masyarakat. Iklan untuk mempengaruhi selera ataupun pandangan masyarakat. Iklan dipasang dengan baliho di pinggir jalan, iklan melalui media-media elektronik seperti televisi, internet, radio dll. Sehingga diharapkan PT Sari Husada mempunyai image atau gambaran di mata masyarakat maupun pihak pemerintah.
2. Berusaha mengendalikan ataupun membentuk lingkungan agar tidak berbahaya dan bisa menguntungkan bagi organisasi. Yaitu dengan senantiasa memfokuskan diri untuk membangun dan mengembangkan hubungan yang terintegrasi dengan mitra bisnisnya, terutama dengan para prinsipal. Menghadapi ekspektasi konsumen dan dalam rangka mencapai target-target business plan, secara berkesinambungan merancang, menawarkan dan menyediakan pelayanan yang sesuai dengan ekspektasi dan tuntutan dari intermediate maupun end customer. Unit Operasi Sales and Distribution (S&D) menangani distribusi consumer product melalui lebih dari 100 sub-distributor dan penjualan langsung kepada modern outlet. Sub-distributor bertindak sebagai mitra perusahaan untuk menyalurkan barang ke berbagai outlet di berbagai daerah, terutama traditional outlet sesuai dengan sistem dan kebijakan yang ditetapkan Perseroan. Organisasi ini melakukan hal-hal berikut :
a. Dalam bidang sistem dan teknologi,disediakan fasilitas akses terhadap informasi yang penting dan ter-update bagi para prinsipalnya melalui EIS (Executive Information System). Penggunaan EIS bagi para prinsipal telah dimulai sejak bulan September 2005.
b. Dalam bidang logistik dan supply chain, diadakan pemetaan logistik yang sesuai dengan struktur dan strategi penjualan. Saat ini gudang-gudang pusat (Central Warehouses) juga telah dilakukan

Komentar
Posting Komentar