Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

Problematika Pendidikan di Indonesia Bak Benang Kusut

Problematika Pendidikan di Indonesia Bak Benang Kusut Oleh Oktaviani Bila terus kita telusuri, masalah pendidikan di Indonesia  seperti benang kusut yang tak berujung. Sulit ditemukan jalan keluarnya, bahkan bingung harus dimulai dari mana. Berbagai macam permasalahan yang timbul di dunia pendidikan kita mulai dari anggaran pendidikan 20 persen dari APBN yang tidak dikelola dengan baik,  ketidakjelasan penggunan dana BOS, sampai banyaknya praktik KKN di dunia pendidikan Indonesia. Kurang adanya tekat yang kuat dan sungguh-sungguh dari pihak pemerintah dan jajarannya untuk memperbaiki kualitas kinerjanya yang kemudian  diperparah oleh aparatur negara yang kurang bertanggung jawab menyebabkann masalah pendidikan tak kunjung selesai namun malah menambah benang semakin kusut. Banyaknya praktik korupsi dari para aparat pada berbagai level dan jalur yang dilewati dana-dana pembangunan dunia pendidikan menimbulkan masalah baru. Seperti akhir-akhir ini telah banyak di...

Layakkah Nilai UN Jadi Syarat Masuk PTN?

Layakkah Nilai UN Jadi Syarat Masuk PTN? Oleh Oktaviani Beberapa waktu lalu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh memastikan ujian nasional (UN) pada tahun 2013 akan menjadi syarat masuk perguruan tinggi negeri (PTN) lewat seleksi jalur undangan, hal ini menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat maupun para akademisi. Bagaimana tidak dengan melihat kualitas pendidikan di Indonesia yang carut marut seperti ini, apalagi UN belum berjalan sesuai harapan. Masih banyak terjadi kecurangan dan kejanggalan dalam pelaksanaan UN selama ini. Ujian Nasional yang masih banyak celah kekurangannya menurut saya belum layak menjadi salah satu syarat masuk PTN. Belum layak karena hal ini tidak sepenuhnya bisa mempermudah  calon mahasiswa dalam mendapatkan PTN sesuai dengan keinginan mereka. Nilai UN tidak mencerminkan kemampuan mahasiswa yang sesungguhnya karena seperti kita ketahui bahwa banyak terjadi kasus kebocoran soal ujian nasional sehingga banyak siswa yang tidak jujur da...

Satu kata "SABAR" :)

Hri ini begitu beraat pada awalnya namun setelah dijalani dengan sabar selalu  mengingat Alloh dan ibuku tercinta, Alhamdulillah banyak hal yang bisa terselesaikan dengan jalan yang tak seseulit aku bayangkan. Mungkin bagi orang lain hal ini LEBAY but buat aku setiap hal itu harus progress dan bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat buatku dan keluargaku. Ketika orang lain lebih mudah dalam mendapatkan sesuatu yang mereka mau, tinggal minta mamah papah, berbanding terbalik denganku. Tak bisa aku seperti mereka. Jalan masih panjang dan aku harus MANDIRI dalam menempuhnya.Tak jarang kemanamana  aku harus sabar hanya dengan jalan kak sendirian , itulah hidup dan inilah nikmat hidupku yang selalu aku syukuri.  Akhir-akhir ini banyak krikil2 mengganggu konsentrasi jalanku. Tak  jarang aku harus menghapus air mataku sendirian tak ada yang aku percayai untuk mendengarkan curhatanku keluh kesahku, tak tega aku mengeluh pada ibuku yang sudah terlalu sering bergelut dengan ...

Lagi Jenuh :(

Gambar
Hari ini lagi bener-bener jenuh, jenuh sama kuliah, jenuh sama organisasi, jenuh sama kantong kering hahhahaha pokoknya obat yang ku butuhin lagi gak bisa  dateng , its my hubby , i need u so much beibbh :(.    LDR oh LDR sampai kapan kau menghiasi hidup awak????

mymetamorfosa

Gambar

Happy Birthday Fajar & Bayu :)

Gambar

Pentingnya Etika Bagi Aparatur Negara

Pentingnya Etika Bagi Aparatur Negara Oleh  Oktaviani             Etika adalah ilmu tentang kesusilaan yang menentukan bagaimana patutnya manusia hidup dalam masyarakat. Etika juga menyangkut nilai mengapa ia bertindak demikian dan mengamati moral secara kritis. Setiap masyarakat mempunyai pegangan moral yang menjadi landasan sikap, perilaku dan perbuatan mereka untuk mencapai tujuannya masing-masing. Dengan pegangan moral itu dibedakan mana yang baik, dan mana yang buruk. Oleh karena itu peranan etika sangatlah penting untuk kehidupan kita. Begitu juga bagi para aparatur  negara perlu menjunjung tinggi nilai-nilai etika. Mereka seharusnya mempunyai pedoman dan penuntun dalam sikap, perilaku dan perbuatan secara jelas, sehingga birokrasi menjadi bersih, dinamis dan bertanggungjawab. Jika mereka tidak memperhatikan etika, alhasil seperti yang terjadi akhir-akhir ini seperti kasus...

Politikus Perempuan Sebagai Kartini Modern?

Politikus Perempuan Sebagai Kartini Modern? oleh Oktaviani Sesuai dengan perkembangan zaman, peran perempuan tidak lagi hanya sebagai ibu rumah tangga yang hanya berkutat di dapur, tetapi kini perempuan memperoleh hak yang sama dan sejajar dengan laki-laki. Hal ini sangat jauh berbeda dengan peran perempuan Indonesia sebelum seorang aktivis perempuan yang berjuang demi kesetaraan gender di negara ini yaitu RA. Ajeng Kartini yang lahir di Jepara pada tanggal 21 April 1879. Pada zaman dahulu perempuan tidak bisa bebas duduk di bangku sekolah, harus dipingit, dinikahkan dengan laki-laki yang tak dikenal, dan harus bersedia dimadu. Kartini sebagai pelopor kebangkitan perempuan yang memperjuangkan hak-hak perempuan agar mendapatkan pendidikan layaknya laki-laki. Berkat beliau, saat ini perempuan-perempuan Indonesia bisa merasakan bangku sekolah, bahkan ada perempuan yang bisa menjadi pemimpin tertinggi di negara ini. Saat ini banyak sekali perem...