Politikus Perempuan Sebagai Kartini Modern?


Politikus Perempuan Sebagai Kartini Modern?
oleh Oktaviani
Sesuai dengan perkembangan zaman, peran perempuan tidak lagi hanya sebagai ibu rumah tangga yang hanya berkutat di dapur, tetapi kini perempuan memperoleh hak yang sama dan sejajar dengan laki-laki. Hal ini sangat jauh berbeda dengan peran perempuan Indonesia sebelum seorang aktivis perempuan yang berjuang demi kesetaraan gender di negara ini yaitu RA. Ajeng Kartini yang lahir di Jepara pada tanggal 21 April 1879. Pada zaman dahulu perempuan tidak bisa bebas duduk di bangku sekolah, harus dipingit, dinikahkan dengan laki-laki yang tak dikenal, dan harus bersedia dimadu. Kartini sebagai pelopor kebangkitan perempuan yang memperjuangkan hak-hak perempuan agar mendapatkan pendidikan layaknya laki-laki.
Berkat beliau, saat ini perempuan-perempuan Indonesia bisa merasakan bangku sekolah, bahkan ada perempuan yang bisa menjadi pemimpin tertinggi di negara ini. Saat ini banyak sekali perempuan yang aktif di banyak bidang, bahkan bidang yang dulunya dikuasai oleh kaum adam saja kini bisa dijalani oleh kaum perempuan. Salah satunya adalah perempuan mampu berpartisipasi dalam bidang politik. Seperti sekarang ini telah bermunculan politikus-politikus  perempuan di kursi dewan negara kita, meskipun  jumlahnya masih jauh di bawah laki-laki. Sebenarnya parlemen telah menyediakan kuota  sebesar 30 persen bagi perempuan namun masih sulit untuk memenuhi kuota tersebut. Dengan adanya kesempatan tersebut diharapkan politikus perempuan bisa menyampaikan aspirasi-aspirasi para perempuan Indonesia, sehingga permasalahan-permasalahan perempuan di negara ini bisa teratasi.
Semangat aktivis-aktivis perempuan di negara ini sebenarnya bisa dilihat dari dunia kampus, karena kini banyak aktivis mahasiswi yang tak takut untuk menyampaikan aspirasinya. Banyak perempuan yang belajar politik dengan serius namun juga ada yang hanya “aji mumpug”, beberapa politikus perempuan yang duduk di kursi dewan adalah mantan artis atau orang-orang yang dulunya bekerja di dunia hiburan. Ketenaran mereka di dunia hiburan menjadi suatu peluang untuk menarik simpati dari masyarakat, sehingga mereka dengan mudah dipilih oleh masyarakat khususnya masyarakat awam yang tidak memperhatikan kompetensi yang sebenarnya dibutuhkan.
Apakah politikus perempuan bisa disebut sebagai “Kartini Modern?”,  Kartini Modern yang bisa meneruskan perjuangan RA Ajeng Kartini sebagai pahlawan emansipasi perempuan di negara ini. Namun fakta yang terjadi akhir-akhir ini terungkap beberapa kasus korupsi yang melibatkan beberapa politikus perempuan, mereka tidak memperjuangkan kepentingah rakyat justru bertindak hal-hal yang sangat merugikan rakyat, hal ini bisa disebabkan oleh faktor lingkungan. Meskipun sebenarnya tidak bisa dipungkiri bahwa tidak sedikit dari politikus perempuan  yang memang mampu menjadi seorang wakil rakyat yang mau memperjuangkan kepentingan rakyat. Mereka yang benar-benar serius memperjuangkan hak-hak perempuan dan mengembangkan potensi-potensi perempuan Indonesia demi pembangunan nasional. Sebenarnya  perempuan adalah sumber daya potensial  sekaligus sebagai subjek pembangunan, apalagi secara kuantitas perempuan jauh lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki.
 Perempuan mempunyai peran ganda,  yaitu sebagai  ibu dan wanita karier, saat ini tak ada lagi diskriminasi gender. Perempuan bahkan mempunyai kesempatan yang sama dalam politik. Namun dalam kenyataannya jumlah perempuan yang menduduki parlemen masih sangat minim, hal ini disebabkan karena masih adanya budaya patriarki di negara ini. Patriarki adalah  istilah yang digunakan untuk menggambarkan sistem sosial di mana kaum laki-laki sebagai suatu kelompok mengendalikan kekuasaan atas kaum perempuan.   Sehingga kaum laki-laki masih dianggap memilik derajat dan kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan perempuan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Sehingga menjadi seorang politikus perempuan adalah sebuah prestasi tersendiri di negara ini. Politikus perempuan bisa dikatakan sebagai Kartini Modern apabila telah menorehkan prestasi demi memperjuangkan hak-hak perempuan Indonesia secara maksimal. Selain itu sebagai Kartini Modern, perempuan tidak boleh melupakan kodratnya sebagai perempuan untuk mengutamakan keluarga khususnya peduli dengan perkembangan anak. Jangan sampai semangat Kartini menjadikan Kartini Modern lebih mementingkan karirnya daripada keluarga. Karena keluarga khususnya anak adalah aset negara sebagai generasi penerus bangsa yang harus benar-benar diperhatikan agar kelak bisa berperan dalam pembangunan negara kita. Kartini modern, tetaplah terus berprestasi dalam segala bidang, termasuk dalam bidang politik yang sekarang ini benar-benar memprihatinkan. Diharapkan para politikus perempuan bisa menyelamatkan nama baik parlemen negara kita dengan terus berjuang memihak pada rakyat khususnya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan pemberdayaan perempuan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebijakan Pembentukan Pasar Ambarketawang

kos A36