Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2013

@Harian Jogja edisi 31 Januari 2013 | Jagongan : Urgensi Regenerasi Petani

Urgensi Regenerasi Petani Oleh : Oktaviani Pembangunan pertanian Indonesia hingga saat ini masih belum dapat menunjukkan hasil yang maksimal jika dilihat dari tingkat kesejahteraan petani dan kontribusinya pada pendapatan nasional. Sebagian besar masyarakat menganggap bahwa sektor pertanian adalah sektor minim penghasilan dan berada dikelas bawah untuk golongan pekerjaan, Kurangnya minat kaum muda baik pelajar dan mahasiswa di bidang pertanian juga menjadi penghambat perkembangan dan kemajuan pertanian di Indonesia. Kondisi sumber daya manusia yang kurang berkualitas dan bukan usia produktif lagi dalam mengolah lahan menyebabkan hasil panen yang di dapatkan kurang maksimal. Jika tidak segera ditindaklanjuti,   bangsa ini akan mengalami kerawanan pangan. Secara alami petani Indonesia sekarang sebagain besar sudah memasuki usia lanjut (lansia) sehingga sangat memerlukan regenerasi. Ada kesan mengkhawatirkan bahwa generasi muda tidak berminat ke sektor pertanian. Namun s...

Dolanan Tradisional Hilang Ditelan Zaman

Dolanan Tradisional Hilang Ditelan Zaman Oleh : Oktaviani Saat ini kita jarang bahkan bisa dikatakan tidak pernah melihat anak-anak berwajah ceria bermain di tanah lapang yang luas bersama teman-temannya. Dulu kita masih bisa menikmati beraneka ragam permainan tradisional semacam cublak-cublak suweng, nekeran, delikan, gobak sodor, dakon , dan yang lainnya. Permainan tradisional sebenarnya sangat baik untuk melatih fisik dan mental anak. Secara tidak langsung anak-anak akan dirangsang kreatifitas, ketangkasan, jiwa kepemimpinan, dan kecerdasan. Selain itu mereka terbiasa untuk bekerja dengan tim, hal ini sangat baik untuk melatih kemampuan teamwork yang berguna bagi kehidupan mereka selanjutnya. Namun seiring perkembangan zaman, anak-anak cenderung senang menyendiri, asyik bermain game online di kamarnya atau   bahkan di warnet (warung internet) . Perkembangan internet kini sangat mudah diakses semua orang, bahkan menjalar pada pola kehidupan anak-anak. Mereka bisa m...

Dimuat @Harian Jogja Edisi Jumat 25 Januari 2013 | Jagongan : Lagu Anak-anak Kian Terkikis

Lagu Anak-anak Kian Terkikis Oleh : Oktaviani Bisa dikatakan lagu anak-anak sudah sangat langka. Anak-anak zaman sekarang lebih asyik menik­mati musik orang dewasa, liriknya rata-rata belum pantas mereka cerna. Anak-anak   mungkin lebih hafal dengan lagu-lagu boyband, band atau pun penyanyi lainnya. Berbeda pada tahun 90’an yang masih banyak beredar lagu anak-anak yang ringan dicerna dan bermanfaat bagi pembelajaran anak-anak. Perkembangan musik di Indoenesia begitu pesat. Akhir-akhir ini banyak bermunculan penyanyi atau grub band baru baik dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa. Kebanyakan lagu-lagu yang dipopulerkan masih bertemakan “cinta”. Bukan hanya remaja namun para penyanyi anak-anak juga cenderung menyanyikan lagu-lagu cinta. Penyanyi maupun grub band anak-anak berlenggak-lenggok di atas panggung mengkoar-koarkan “cinta”. Sungguh ironis, karena belum tentu   artis cilik terebut sudah mengerti dengan makna yang disampaikan dalam lagu tersebut. Artis c...

Smartphone Pengaruhi Lifestyle Remaja

Smartphone Pengaruhi Lifestyle Remaja Oleh : Oktaviani Handphone tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi semata, namun kini telah menjadi lifestyle dan kebutuhan primer manusia. Mulai dari kalangan anak-anak, remaja, hingga   orang tua sedang mengangung-agungkan Smartphone yaitu telepon genggam yang mempunyai kemampuan tingkat tinggi bahkan fungsinya yang menyerupai komputer . Para remaja telah menggunakan dan kecanduan Smartphone mereka. Smartphone mengalami kenaikan penjualan yang sangat tinggi, dan diprediksikan akan bertambah lagi kedepannya. Kecanduan ini bisa diamati dari gaya hidup para remaja. Mereka tidak bisa lepas dari Smartphone yang dimilikinya. Para remaja meng update aktivitasnya via Smartphone dari mulai bangun tidur hingga akan tidur kembali. Bahkan tidak sedikit yang memilih begadang hanya sekedar untuk berbincang dengan teman-temannya melalui Twitter, Facebook dan BBM . Ke mana pun kaki melangkah, pengguna Smartphone terus menatap layar ...

Hari Gizi : Kritisi Jajanan Anak

Hari Gizi :   Kritisi Jajanan   Anak Oleh : Oktaviani Hari Gizi Nasional yang jatuh pada setiap tanggal 25 Januari merupakan momentum tepat untuk mengkritisi kembali makanan yang dikonsumsi masyarakat saat ini apakah telah memenuhi gizi dan kesehatan. Masyarakat perlu turut peduli terhadap hal ini terutama para orang tua untuk memantau makanan yang dicerna anak-anaknya setiap hari. Karena banyak jajanan   yang tidak layak dikonsumsi anak yaitu banyak mengandung bahan pengawet dan pewarna berbahaya yang bisa memicu penyakit-penyakit serius. Banyak pedagang yang tidak memperhatikan gizi dan kesehatan konsumennya namun hanya fokus pada keuntungan semata. Sehingga mereka nekat melakukan kecurangan dengan sasaran yang mudah dikelabui yaitu anak-anak. Biasanya pedagang   menggunakan minyak goreng bekas, formalin agar awet tidak cepat basi,   dan agar tidak sampai merugi. Ada beberapa solusi untuk menghindari bahaya jajanan anak. Orang tua   bisa mem...