Hari Gizi : Kritisi Jajanan Anak
Hari Gizi : Kritisi Jajanan Anak
Oleh : Oktaviani
Hari Gizi Nasional yang
jatuh pada setiap tanggal 25 Januari merupakan momentum tepat untuk mengkritisi
kembali makanan yang dikonsumsi masyarakat saat ini apakah telah memenuhi gizi
dan kesehatan. Masyarakat perlu turut peduli terhadap hal ini terutama para
orang tua untuk memantau makanan yang dicerna anak-anaknya setiap hari. Karena
banyak jajanan yang tidak layak
dikonsumsi anak yaitu banyak mengandung bahan pengawet dan pewarna berbahaya
yang bisa memicu penyakit-penyakit serius.
Banyak pedagang yang
tidak memperhatikan gizi dan kesehatan konsumennya namun hanya fokus pada
keuntungan semata. Sehingga mereka nekat melakukan kecurangan dengan sasaran
yang mudah dikelabui yaitu anak-anak. Biasanya pedagang menggunakan minyak goreng bekas, formalin
agar awet tidak cepat basi, dan agar
tidak sampai merugi.
Ada beberapa solusi untuk menghindari bahaya jajanan anak.
Orang tua bisa membuat sendiri jajanan
untuk bekal anak dibawa ke sekolah. Pastikan rasanya juga enak serta kandungan
gizinya lengkap. Hal ini sekaligus mendidik anak untuk belajar menghemat uang saku. Orang tua tidak perlu selalu melarang anak untuk jajan
karena hal ini justru akan membuat anak semakin ingin jajan. Orang tua harus menjelaskan
kepada anak tentang bahaya dari jajanan yang tidak bersih. Agar anak bisa
memilih sendiri mana jajanan yang layak untuk mereka.
Pemerintah harus aktif melakukan pemeriksaan terhadap semua
jajanan anak dan menindak tegas pedagang curang. Anak-anak adalah generasi
penerus bangsa yang masih membutuhkan pengawasan orang tua. Jangan sampai
ketidakpedulian kita sekarang menyebabkan anak-anak mengidam penyakit di masa
datang yang bisa menghambat produktivitasnya.
Komentar
Posting Komentar