@Harian Jogja edisi 31 Januari 2013 | Jagongan : Urgensi Regenerasi Petani
Urgensi
Regenerasi Petani
Oleh
: Oktaviani
Pembangunan
pertanian Indonesia hingga saat ini masih belum dapat menunjukkan hasil yang
maksimal jika dilihat dari tingkat kesejahteraan petani dan kontribusinya pada
pendapatan nasional. Sebagian besar masyarakat menganggap bahwa sektor
pertanian adalah sektor minim penghasilan dan berada dikelas bawah untuk
golongan pekerjaan,
Kurangnya
minat kaum muda baik pelajar dan mahasiswa di bidang pertanian juga menjadi
penghambat perkembangan dan kemajuan pertanian di Indonesia. Kondisi sumber
daya manusia yang kurang berkualitas dan bukan usia produktif lagi dalam
mengolah lahan menyebabkan hasil panen yang di dapatkan kurang maksimal. Jika
tidak segera ditindaklanjuti, bangsa ini
akan mengalami kerawanan pangan.
Secara
alami petani Indonesia sekarang sebagain besar sudah memasuki usia lanjut
(lansia) sehingga sangat memerlukan regenerasi. Ada kesan mengkhawatirkan bahwa
generasi muda tidak berminat ke sektor pertanian. Namun sudah tentu regenerasi
ini tidak dapat dipaksakan. Pemuda dengan sendirinya akan memilih
menjadi petani, jika memang pertanian menjanjikan kesejahteraan. Namun faktanya
pemuda baik yang berasal dari keluarga petani atau bukan lebih tertarik bekerja
di pabrik atau pertokoan dibandingkan menjadi petani.
Sebagai
solusi dari permasalahan ini sebaiknya pemerintah memberikan pelatihan yang
efektif dan berkesinambungan kepada generasi muda bagaimana cara bertani yang
baik dan benar yang dikemas secara modern dan menarik. Karena sebenarnya pemuda
mempunyai banyak ide kreatif dan tenaga yang lebih kuat. Pertanian harus
dikembangkan dalam suatu sistem agribisnis pertanian mulai dari hasil produksi
pertanian, deversifikasi usaha pertanian, serta bisnis hasil olahannya yang
mampu menembus pasar internasional dan diharapkan
mampu menyerap tenaga kerja. Sudah sepantasnya yang muda yang berkarya.
Komentar
Posting Komentar