Dolanan Tradisional Hilang Ditelan Zaman


Dolanan Tradisional Hilang Ditelan Zaman
Oleh : Oktaviani

Saat ini kita jarang bahkan bisa dikatakan tidak pernah melihat anak-anak berwajah ceria bermain di tanah lapang yang luas bersama teman-temannya. Dulu kita masih bisa menikmati beraneka ragam permainan tradisional semacam cublak-cublak suweng, nekeran, delikan, gobak sodor, dakon, dan yang lainnya. Permainan tradisional sebenarnya sangat baik untuk melatih fisik dan mental anak. Secara tidak langsung anak-anak akan dirangsang kreatifitas, ketangkasan, jiwa kepemimpinan, dan kecerdasan. Selain itu mereka terbiasa untuk bekerja dengan tim, hal ini sangat baik untuk melatih kemampuan teamwork yang berguna bagi kehidupan mereka selanjutnya. Namun seiring perkembangan zaman, anak-anak cenderung senang menyendiri, asyik bermain game online di kamarnya atau  bahkan di warnet (warung internet).
Perkembangan internet kini sangat mudah diakses semua orang, bahkan menjalar pada pola kehidupan anak-anak. Mereka bisa mengakses permainan via online yang sangat beraneka ragam jenisnya, padahal banyak sekali permainan yang kurang mendidik. Banyak anak yang menghabiskan waktunya di depan komputer. Game online cenderung menimbulkan efek negatif seperti, kecanduan, mendorong melakukan hal-hal negatif, berbicara kasar dan kotor, pemborosan, mengganggu kesehatan, menimbulkan egoisme, lemahnya kemampuan kerja sama tim,  dan kurang peduli dengan lingkungan sekitarnya.
Sebenarnya sudah ada beberapa usaha dari berbagai pihak untuk melestarikan permainan tradisional. Seperti dengan perlombaan permainan tradisional yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun beberapa perguruan tinggi. Namun hal tersebut belum cukup menjadi solusi. Perlunya kesadaran dan kerjasama dengan para pelaku industri kreatif untuk memasukkan unsur permainan tradisional ke dalam produk-produknya. Jangan sampai bangsa kita menyesal nantinya karena permainan tradisional terlanjur diklaim negara lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebijakan Pembentukan Pasar Ambarketawang

kos A36