Problematika Pendidikan di Indonesia Bak Benang Kusut
Problematika Pendidikan di
Indonesia Bak Benang Kusut
Oleh Oktaviani
Bila terus kita
telusuri, masalah pendidikan di Indonesia seperti benang kusut yang tak berujung. Sulit
ditemukan jalan keluarnya, bahkan bingung harus dimulai dari mana. Berbagai macam
permasalahan yang timbul di dunia pendidikan kita mulai dari anggaran pendidikan
20 persen dari APBN yang tidak dikelola dengan baik, ketidakjelasan penggunan dana BOS, sampai
banyaknya praktik KKN di dunia pendidikan Indonesia.
Kurang adanya tekat
yang kuat dan sungguh-sungguh dari pihak pemerintah dan jajarannya untuk
memperbaiki kualitas kinerjanya yang kemudian
diperparah oleh aparatur negara yang kurang bertanggung jawab
menyebabkann masalah pendidikan tak kunjung selesai namun malah menambah benang
semakin kusut. Banyaknya praktik korupsi dari para aparat pada berbagai level
dan jalur yang dilewati dana-dana pembangunan dunia pendidikan menimbulkan
masalah baru. Seperti akhir-akhir ini telah banyak diberitakan di media massa
bahwa banyak terdapat sekolah-sekolah rusak yang tak layak huni dan akses ke
sekolah yang membahayakan para pelajar. Jembatan menuju sekolah yang rusak
parah sehingga para pelajar dengan
terpaksa harus berjalan kaki berkali
lipat lebih jauh dari biasanya. Bahkan banyak juga pelajar yang tak peduli
betapa bahayanya jembatan yang rusak tersebut, mereka tetap melewatinya demi
tekad mereka yang kuat untuk menuntut ilmu.
Selama penyakit-penyakit para birokrat negara
ini tetap ada, salah satu tujuan negara yaitu “Mencerdaskan kehidupan bangsa”
yang tercantum dalam Pembukaan Undang-undang Dasar NRI Tahun 1945 hanya akan menjadi impian belaka. Impian pemerintah
untuk melakukan pemberantasan buta huruf, pemerataan pendidikan dan penyediaan
sekolah yang layak, masih jauh untuk menjadi
kenyataan.
Adanya anggaran 20 %
untuk pendidikan sebenarnya merupakan langkah yang baik untuk mencerdaskan
kehidupan bangsa ini. Begitu pula dengan adanya Bantuan Operasional Sekolah
(BOS), namun penggunaannya rawan korupsi. Hal itu karena pengeluaran dana BOS
hanya diketahui oleh segelintir pimpinan sekolah. Masih terdapat
pungutan-pungutan sekolah kepada para siswa. Sehingga para siswa banyak yang
merasa keberatan karena memang mereka berasal dari keluarga yang kurang mampu. Bahkan
yang lebih parah masih banyak sekolah yang sulit mendapatkan dana untuk
memperbaiki gedung. Alhasil banyak para siswa harus belajar tanpa meja, kursi
bahkan tanpa atap. Berbanding terbalik dengan fasilitas gedung dewan yang
mahal, mewah dan nyaman, padahal tak sesuai dengan kinerja mereka. Seperti
inikah potret kehidupan negara ini? Pemimpin bangsa yang hidup dengan penuh kesejahteraan diatas
penderitaan rakyatnya.
Hari Pendidikan
Nasional tanggal 2 Mei kemarin harusnya menjadi
evaluasi pemerintah atas kinerjanya selama ini. Kenapa masih terdapat
banyak sekolah yang tak layak digunakan, sulitnya akses ke sekolah, banyak anak-anak
usia sekolah yang terpaksa tidak bersekolah karena masalah biaya dan
menjamurnya korupsi di dunia pendidikan. Pemerintah harus lebih serius untuk
mengurai benang kusut problematika pendidikan di negara ini, karena pendidikan adalah senjata penting untuk
mencetak generasi-generasi penerus bangsa yang akan memajukan negara ini. Transparansi
penggunaan dana pendidikan dan pengawasan yang ketat aliran dana tersebut
menjadi tanggung jawab pemerintah. Hal yang harus dilakuakn pemerintah adalah
memberikan perhatian penuh yaitu dengan menyediakan sarana dan prasarana yang
memadai bagi seluruh sekolah baik di daerah plosok, perbatasan sampai kota. Melakukan perbaikan jalan maupun
jembatan di daerah-daerah yang membutuhkan. Melakukan pengawasan yang serius
terhadap pengalokasian dan BOS diseluruh sekolah. Memberikan dana beasiswa
kepada anak-anak kurang mampu agar tetap bisa mengenyam pendidikan untuk ikut
memajukan negara ini. Memberikan hukuman yang seberat-beratnya pada para
koruptor, tidak hanya hukuman kurungan
namun juga hukuman denda sebanyak-banyaknya agar uang negara tidak hilang sia-sia namun bisa digunakan untuk
biaya pendidikan. Dengan demikian jika pemerintah serius mengurai benang kusut
problematika pendidikan ini, Insya Allah negara kita akan makmur dan maju
seperti yang kita harapkan. Semoga, Aamiin.
Komentar
Posting Komentar