Dimuat @Harian Jogja Edisi Jumat 25 Januari 2013 | Jagongan : Lagu Anak-anak Kian Terkikis
Lagu
Anak-anak Kian Terkikis
Oleh
: Oktaviani
Bisa
dikatakan lagu anak-anak sudah sangat langka. Anak-anak zaman sekarang lebih
asyik menikmati musik orang dewasa, liriknya rata-rata belum pantas mereka
cerna. Anak-anak mungkin lebih hafal
dengan lagu-lagu boyband, band atau pun penyanyi lainnya. Berbeda pada
tahun 90’an yang masih banyak beredar lagu anak-anak yang ringan dicerna dan
bermanfaat bagi pembelajaran anak-anak.
Perkembangan
musik di Indoenesia begitu pesat. Akhir-akhir ini banyak bermunculan penyanyi
atau grub band baru baik dari
kalangan anak-anak hingga orang dewasa. Kebanyakan lagu-lagu yang dipopulerkan
masih bertemakan “cinta”. Bukan hanya remaja namun para penyanyi anak-anak juga
cenderung menyanyikan lagu-lagu cinta. Penyanyi maupun grub band anak-anak berlenggak-lenggok di atas panggung
mengkoar-koarkan “cinta”. Sungguh ironis, karena belum tentu artis cilik terebut sudah mengerti dengan makna
yang disampaikan dalam lagu tersebut. Artis cilik memang telah banyak
bermunculan namun lagu yang dipopulerkan justru bertemakan dewasa yang belum
pantas untuk diperdengarkan kepada anak-anak lainnya.
Saat
ini, mungkin lagu anak-anak hanya diperkenalkan di Taman Kank-kanak (TK) saja.
Hampir di setiap stasiun televisi menyuguhkan program khusus untuk musik dewasa
setiap hari. Dengan demikian anak-anak sangat mudah untuk terpengaruh oleh
lagu-lagu orang dewasa. Padahal lagu anak-anak sangat bermanfaat untuk
pembelajaran anak yaitu memberikan dampak postif terhadap perkembangkan sifat
dan perilaku anak-anak.
Yang
sedang terjadi pada anak-anak saat ini adalah mereka menjadi dewasa sebelum
waktunya, karena sudah menyerap informasi yang belum sepantasnya mereka terima.
Alangkah baiknya jika para musisi memperhatikan hal ini. Mayarakat membutuhkan
musisi yang mampu mendidik anak-anak melalui
syair-syair sederhana yang mudah dicerna.
ini tulisan kamu masuk koran okta?
BalasHapushehe iya yg lain juga ada lo :)
BalasHapus