Terbiasa Menunggu
Tersebut hanya untukmu ,
"aku sayang kamu, kita nikah delapan tahun lagi gak papa kan ? aku belum siap kalo tiga empat tahun lagi. Kalau kamu nemuin cowok yang udah siap nikahin kamu dan kamu mau, silahkan".
Gak, sayang. Aku tetap mau nunggu kamu sampai kamu siap .
Entah aku harus senang atau sedih dengan perkataanmu itu. Yang jelas aku semalaman menangisi hal itu. Yang mungkin kamu menganggap itu hal sepele yang gak penting untuk dipikirkan sekarang.
Aku tahu, sangat paham dan mengerti dengan keadaan dan cita-citamu saat ini. Aku tak punya hak sedikitpun untuk ikut campur membumbui jalan pikiranmu, karena aku tau sifatmu yang keras dan egois terkadang.
Mungkin ini kendala atau bisa disebut penghalang kemulusan hubungan kita rencana kita kehidupan kita dimasa nanti. Usia yang sepadan dan bahkan lebihku empat bulan darimu. Tapi sanggupkah aku dengan tuntutanmu, delapan tahun nanti ? apa aku masih seperti ini? apa kamu masih mencintaiku seperti awal kita bertemu ? Delapan tahun nanti mungkin aku lebih keriput, lebih pucat, hitam menua lebih parah dari hari ini. Apa kamu masih mau mencintaiku ? yang jelasjelas kau selalu menuntut fisik, entah itu candaan atau memang fakta aku tak tau. Aku tak tau dan mungkin kamu juga lebih tak mau tau dengan perasaan kita nanti ,
Aku sudah terbiasa menunggumu, jauh sebelum kita terpisah jarak sejauh ini, tapi sejak aku memutuskan untuk menerima cintamu yang semu.
sejak kita pertama kali bertemupun sudah kumulai dengan menunggu, yah mungkin itu adalah dirimu dirimu yang selalu membuatku menunggu namun tak pernah berbalik mau menungguku. Mungkin hatiku yang terlalu baik, rasa kecewaku hilang ketika kau datang muncul dihadapanku setelah aku hampir putus asa menunggumu.Dan terus-menerus aku memaafkanmu dengan tulus tanpa pintamu wahai kekasihku.
Menunggu adalah kewajibanku. Karena kau yang memilih membuat jarak diantara kita , semua demi citacitamu, dan aku sudah sedang dan masih mau menunggumu sampai kau datang lagi memberikan senyumanmu untukku.
Menunggu adalah tangis. Entah tak terhitung berapa kali aku menuangkan air mataku untukmu ketika aku sendirian menunggumu, ditengah malam yang sepi, ditengah siang yang terik, di tengah derasnya hujan maupun ditengah keramaian yang sepi.
Menunggu adalah TERBIASA. tiga tahun sudah sejak kita mengubah cara pandang kita berdua terhadap kita. Terlebih setelah kau memutuskan memulai hidupmu yang baru di kota lain, bahkan sekarang pulau lain yang memperjauh jarak dan waktu kita. tiga bulan sekali kemudian enam bulan kemudian empat bulan waktu yang pasti kita bertemu yang hanya dibayar dengan dua pekan pertemuan yang tak full 24 jam setiap harinya. Yah inilah hidup , hidup adalah pilihan dan kita bahagia atau tergantung dengan sikap kita menjalani pilihan itu.
AKU? BAHAGIA?
entah bagaimana aku menjelaskan kebahagiaan dan ketidakbahgiaanku, tapi akan ku urai satu demi satu agar kamu tahu betapa berartinya setiap detikmu untukku sayang :).
Aku bahagia ketika mengingatmu, mengingat canda tawamu, wajahmu, mengingat kelakuan konyolmu, mengingat semua tentang dirimu .
Aku bahagia karena semua kejutanmu, kamu begitu tak masuk akal, MAKHLUK terABSURD yang pernah aku temui di muka bumi ini. Tak pernah terbesit dibenaku ketika kamu memberikanku berbagai macam jenis kejutan kejutan itu.
kamu lagi apa sayang , jadi kapan kamu pulangnya ?
"gak tau nih sayang"
Ah masak ? aku yakin kamu udah di Jogja kok sekarang ?
"Masak ? sekarang aja aku masih kerja ini, kamu lagi dimana lagi apa ?"
Aku lagi nunggu stand ini dikampus
------------tak ada balasan------------
satu jam kemudian, aku menoleh ke kanan, ada lelaki yang sepertinya familiar dan dengan cengengesan duduk disampingku, di taman kampus , OH PLAAAK, tampar gue sekarang Tuhan !!! kamu yang beru saja bilang gak tahu pulang kapan dan masih sibuk kerja tetiba ada disampingku dengan muka lusuh yang ternyata masih lelah karen baru sampai di jogja. Apa aku harus salto sambil bilang WOW ke kamu ? kamu memang jagonya bikin aku speechless.
atau ini
ujan ni, coba ada kamu bisa jemput aku yah beb,
jemput ? ada-ada aja kamu beb, kan aku belum cuti
ah, feelingku kuat kamu pasti udah cuti, iya kan ? feelingku pasti bener
ah sok tau kamu
ah yaudah aku pulang sendiri ajalah ujan2 gini naik bus kota sendirian pulak , daaaa
iya atiati ya sayang
setengah jam kemudian teman kosan saya telpon, dan kala itu hujan deras bgt plus aku naik bus kota yang crowded sekali. alhasil aku gak ngeh dia ngomong apaan, saya tutup telponnya !
Dalam hati kuat bgt ini pertanda deh sepertinya doi jemput ke kosan, bip bip teman kosan SMS,
woy lu nyampek mana ?? ini pepi dateng ke kos hahaha
tuhkan lagi2 doi mau kasih kejutan tapi sayangnya aku dah feeling , hemm dan kita ketemu di perempatan jalan dekat rumahku, padahal kita gak saling kasih tau pertanda, yah mungkin karena hati kita yang mempertemukan kita di saat hujan deraaaas sore hari kala itu.
atau yang ini waktu kita marahan dan saat itu
Tetiba ada sms dari temen kosan " hey cepet pulang ditungguin pepi tuh ". buru-buru aku hentakan kaki bahkan berlari karena aku tau bgt kalo kamu gak suka nunggu lama-lama, yang sebenarnya males buat lari cz lagi capekcapeknya seharian kuliah. setelah nyampek kosan, sudah ada satu makhluk botak duduk dengan kemeja yang khas aku kenal, ya itu emang kamu. yang ternyata lagi asik makan coklat sendirian, hey apaapaan gak bagi2 ke aku woy. Dan ternyata ada coklat yang disimpan rapi ditasnya, iya itu untukku. "Happy Valentine Day" katanya. baru kali ini doi kasih coklat di valentine day.
Hubungan kita memang bertujuan untuk saling menemukan kebahagiaan, namun tak semanis yang diharapkan , tangisanku pun sudah biasa menghiasi hari hariku yang hanya karena kamu mengabaikanku dengan tak ingat mengirimkan sekedar kabarmu, ucapan selamat ulang tahun yang sudah dua kali tak kamu ucapkan, entah apa yang kamu maksud waktu itu yang jelas aku tersinggung dengan kelalaianmu itu.
Apalagi ketika dua kali ketika hari ulang tahunku kamu justru memutuskanku, aaiihh lelucon apa ini sama sekali gak lucu karena kamu memang serius dengan keputusanmu itu. Sering aku merasa tak ada artinya untukmu karen a sifatmu yang terlampau cuek, kadang jutek benar-benar bikin sensi sampai naik darah dan turun berat badan. Apalagi sekadar kado ulang tahun , ucapan pun tak ada dari mulutmu itu, entah lupa , sengaja, atau ingin membuatku benci terhadapmu. Ya aku tahu kamu bukan tipe orang sepertiku kamu adalah sosok yang realistis dan gak mau rempong. OKE walau kamu begitu menyebalkan, lagi-lagi cintaku terhadapmu yang berlebihan ini telah dan selalu mau memafkan kesalahanmu.Apalagi kalau aku ingat semua usahamu untukku, untuk memberi kejutan2 kecil yang begitu membahagiakannku
KAMU, harus tahu betapa aku selalu sabar menunggumu sampai kita bisa bersanding kembali menghabiskan waktu bersama kembali. Cepat pulang cepat kembali jangan pergi lagi :)
DISTANCE will not kill me, NOT your physical body that I expect to always there, but CAUTION and LOVE that I want.
"aku sayang kamu, kita nikah delapan tahun lagi gak papa kan ? aku belum siap kalo tiga empat tahun lagi. Kalau kamu nemuin cowok yang udah siap nikahin kamu dan kamu mau, silahkan".
Gak, sayang. Aku tetap mau nunggu kamu sampai kamu siap .
Entah aku harus senang atau sedih dengan perkataanmu itu. Yang jelas aku semalaman menangisi hal itu. Yang mungkin kamu menganggap itu hal sepele yang gak penting untuk dipikirkan sekarang.
Aku tahu, sangat paham dan mengerti dengan keadaan dan cita-citamu saat ini. Aku tak punya hak sedikitpun untuk ikut campur membumbui jalan pikiranmu, karena aku tau sifatmu yang keras dan egois terkadang.
Mungkin ini kendala atau bisa disebut penghalang kemulusan hubungan kita rencana kita kehidupan kita dimasa nanti. Usia yang sepadan dan bahkan lebihku empat bulan darimu. Tapi sanggupkah aku dengan tuntutanmu, delapan tahun nanti ? apa aku masih seperti ini? apa kamu masih mencintaiku seperti awal kita bertemu ? Delapan tahun nanti mungkin aku lebih keriput, lebih pucat, hitam menua lebih parah dari hari ini. Apa kamu masih mau mencintaiku ? yang jelasjelas kau selalu menuntut fisik, entah itu candaan atau memang fakta aku tak tau. Aku tak tau dan mungkin kamu juga lebih tak mau tau dengan perasaan kita nanti ,
Aku sudah terbiasa menunggumu, jauh sebelum kita terpisah jarak sejauh ini, tapi sejak aku memutuskan untuk menerima cintamu yang semu.
sejak kita pertama kali bertemupun sudah kumulai dengan menunggu, yah mungkin itu adalah dirimu dirimu yang selalu membuatku menunggu namun tak pernah berbalik mau menungguku. Mungkin hatiku yang terlalu baik, rasa kecewaku hilang ketika kau datang muncul dihadapanku setelah aku hampir putus asa menunggumu.Dan terus-menerus aku memaafkanmu dengan tulus tanpa pintamu wahai kekasihku.
Menunggu adalah kewajibanku. Karena kau yang memilih membuat jarak diantara kita , semua demi citacitamu, dan aku sudah sedang dan masih mau menunggumu sampai kau datang lagi memberikan senyumanmu untukku.
Menunggu adalah tangis. Entah tak terhitung berapa kali aku menuangkan air mataku untukmu ketika aku sendirian menunggumu, ditengah malam yang sepi, ditengah siang yang terik, di tengah derasnya hujan maupun ditengah keramaian yang sepi.
Menunggu adalah TERBIASA. tiga tahun sudah sejak kita mengubah cara pandang kita berdua terhadap kita. Terlebih setelah kau memutuskan memulai hidupmu yang baru di kota lain, bahkan sekarang pulau lain yang memperjauh jarak dan waktu kita. tiga bulan sekali kemudian enam bulan kemudian empat bulan waktu yang pasti kita bertemu yang hanya dibayar dengan dua pekan pertemuan yang tak full 24 jam setiap harinya. Yah inilah hidup , hidup adalah pilihan dan kita bahagia atau tergantung dengan sikap kita menjalani pilihan itu.
AKU? BAHAGIA?
entah bagaimana aku menjelaskan kebahagiaan dan ketidakbahgiaanku, tapi akan ku urai satu demi satu agar kamu tahu betapa berartinya setiap detikmu untukku sayang :).
Aku bahagia ketika mengingatmu, mengingat canda tawamu, wajahmu, mengingat kelakuan konyolmu, mengingat semua tentang dirimu .
Aku bahagia karena semua kejutanmu, kamu begitu tak masuk akal, MAKHLUK terABSURD yang pernah aku temui di muka bumi ini. Tak pernah terbesit dibenaku ketika kamu memberikanku berbagai macam jenis kejutan kejutan itu.
kamu lagi apa sayang , jadi kapan kamu pulangnya ?
"gak tau nih sayang"
Ah masak ? aku yakin kamu udah di Jogja kok sekarang ?
"Masak ? sekarang aja aku masih kerja ini, kamu lagi dimana lagi apa ?"
Aku lagi nunggu stand ini dikampus
------------tak ada balasan------------
satu jam kemudian, aku menoleh ke kanan, ada lelaki yang sepertinya familiar dan dengan cengengesan duduk disampingku, di taman kampus , OH PLAAAK, tampar gue sekarang Tuhan !!! kamu yang beru saja bilang gak tahu pulang kapan dan masih sibuk kerja tetiba ada disampingku dengan muka lusuh yang ternyata masih lelah karen baru sampai di jogja. Apa aku harus salto sambil bilang WOW ke kamu ? kamu memang jagonya bikin aku speechless.
atau ini
ujan ni, coba ada kamu bisa jemput aku yah beb,
jemput ? ada-ada aja kamu beb, kan aku belum cuti
ah, feelingku kuat kamu pasti udah cuti, iya kan ? feelingku pasti bener
ah sok tau kamu
ah yaudah aku pulang sendiri ajalah ujan2 gini naik bus kota sendirian pulak , daaaa
iya atiati ya sayang
setengah jam kemudian teman kosan saya telpon, dan kala itu hujan deras bgt plus aku naik bus kota yang crowded sekali. alhasil aku gak ngeh dia ngomong apaan, saya tutup telponnya !
Dalam hati kuat bgt ini pertanda deh sepertinya doi jemput ke kosan, bip bip teman kosan SMS,
woy lu nyampek mana ?? ini pepi dateng ke kos hahaha
tuhkan lagi2 doi mau kasih kejutan tapi sayangnya aku dah feeling , hemm dan kita ketemu di perempatan jalan dekat rumahku, padahal kita gak saling kasih tau pertanda, yah mungkin karena hati kita yang mempertemukan kita di saat hujan deraaaas sore hari kala itu.
atau yang ini waktu kita marahan dan saat itu
Tetiba ada sms dari temen kosan " hey cepet pulang ditungguin pepi tuh ". buru-buru aku hentakan kaki bahkan berlari karena aku tau bgt kalo kamu gak suka nunggu lama-lama, yang sebenarnya males buat lari cz lagi capekcapeknya seharian kuliah. setelah nyampek kosan, sudah ada satu makhluk botak duduk dengan kemeja yang khas aku kenal, ya itu emang kamu. yang ternyata lagi asik makan coklat sendirian, hey apaapaan gak bagi2 ke aku woy. Dan ternyata ada coklat yang disimpan rapi ditasnya, iya itu untukku. "Happy Valentine Day" katanya. baru kali ini doi kasih coklat di valentine day.
Hubungan kita memang bertujuan untuk saling menemukan kebahagiaan, namun tak semanis yang diharapkan , tangisanku pun sudah biasa menghiasi hari hariku yang hanya karena kamu mengabaikanku dengan tak ingat mengirimkan sekedar kabarmu, ucapan selamat ulang tahun yang sudah dua kali tak kamu ucapkan, entah apa yang kamu maksud waktu itu yang jelas aku tersinggung dengan kelalaianmu itu.
Apalagi ketika dua kali ketika hari ulang tahunku kamu justru memutuskanku, aaiihh lelucon apa ini sama sekali gak lucu karena kamu memang serius dengan keputusanmu itu. Sering aku merasa tak ada artinya untukmu karen a sifatmu yang terlampau cuek, kadang jutek benar-benar bikin sensi sampai naik darah dan turun berat badan. Apalagi sekadar kado ulang tahun , ucapan pun tak ada dari mulutmu itu, entah lupa , sengaja, atau ingin membuatku benci terhadapmu. Ya aku tahu kamu bukan tipe orang sepertiku kamu adalah sosok yang realistis dan gak mau rempong. OKE walau kamu begitu menyebalkan, lagi-lagi cintaku terhadapmu yang berlebihan ini telah dan selalu mau memafkan kesalahanmu.Apalagi kalau aku ingat semua usahamu untukku, untuk memberi kejutan2 kecil yang begitu membahagiakannku
KAMU, harus tahu betapa aku selalu sabar menunggumu sampai kita bisa bersanding kembali menghabiskan waktu bersama kembali. Cepat pulang cepat kembali jangan pergi lagi :)
DISTANCE will not kill me, NOT your physical body that I expect to always there, but CAUTION and LOVE that I want.

Komentar
Posting Komentar