@Harian Jogja Edisi Sabtu 9 Februari 2013 |Jagongan|Angkutan Umum Idaman
Angkutan
Umum Idaman
Oleh Oktaviani
Jogja merupakan kota
dengan penduduk padat. Selain sebagai kota pelajar, Jogja juga sebagai kota
wisata. Sehingga setiap hari jalanan dipenuhi kendaraan pribadi baik mobil
maupun sepeda motor yang mengakibatkan kemacetan. Apalagi ketika musim liburan,
kemacetan tidak bisa dihindari. Jika dibiarkan, Jogja akan menjadi kota macet
seperti Jakarta.
Angkutan umum sebagai
solusi kemacetan kini kurang diminati masyarakat. Selain karena kondisi
fisiknya yang semakin buruk, kenyamanan juga jauh dari standar. Selain itu
angkutan umum juga sering kebut-kebutan demi mengejar setoran. Tak jarang
angkutan umum yang sangat sepi penumpang dan terpaksa harus sering ngetem.
Seringnya ngetem membuat masyarakat semakin malas naik angkutan umum karena sangat
membuang waktu.
Sebenarnya telah ada
contoh armada yang nyaman yaitu bus Trans Jogja yang sebaiknya diadopsi pelayanannya
oleh angkutan umum lainnya. Sehingga masyarajat lebih merasa nyaman dan
bersedia kembali menggunakan angkutan umum bukan pribadi agar mengurangi
kemacetan dan polusi udara. Namun sangat disayangkan sekarang kondisi fisik armada
Trans Jogja tak semulus dulu, terdapat beberapa kendala seperti mogok, pintu rusak dan asap tebal.
Sifat individualisme
masyarakat semakin tinggi, lebih memilih membeli motor secara kredit daripada
naik angkutan umum. Jika ini dibiarkan, alhasil jalanan makin macet dipenuhi
angkot kosong dan kendaraan pribadi. Maka dari itu penanaman budaya cinta
lingkungan harus selalu dilakukan. Pemerintah harus segera mempersiapkan awak
kendaraan yang nyaman, bermutu, berdisiplin dan bertanggung jawab sehingga
menarik minat masyarakat kembali. Besar
harapan angkutan umum bisa menjadi angkutan idaman yang didambakan dan
dibudayakan masyarakat. Sehingga bisa menciptakan hubungan sosial yang baik bukan
individual yang egois.
Komentar
Posting Komentar